-->

Pendapatan Nasional, Materi Ekonomi SMA

Pendapatan Nasional ( Ekonomi SMA ). ada pertanyaan sebagai berikut : "Rumus pendapatan Nasional ? ". untuk menjawab pertanyaan tersebut kalian dapat membaca Artikel Materi Ekonomi SMA tentang Pendapatan Perkapita, Perhitungan pendapatan Nasional pendekatan Produksi, pendektan pengeluaran, pendekatan pendapatan di Langsung Klik, langsung klik wadah tempat belajar untuk SMA, SMK dan MA. Langsung klik menyediakan materi, contoh, soal, rangkuman, ringkasan, buku saku, motivasi, saran untuk mempermudah belajar para siswa-siswi yang sedang menempuh pembelajaran di tingkat SMA,SMK dan MA.
Pendapatan Nasional ( Ekonomi SMA )
Pendapatan Nasional ( Ekonomi SMA )

Pendapatan Nasional 

A. PENGERTIAN

Pendapatan adalah uang atau penghasilan yang diterima seseorang atau badan usaha dalam bentuk upah, sewa, bunga, laba, tunjangan, deviden, hadiah, dan lain-lain.
Menurut analisis ilmu ekonomi:
1) Ekonomi mikro
Pendapatan adalah aliran penghasilan dari penyedian faktor-faktor produksi.
2) Ekonomi makro
Pendapatan adalah penghasilan nasional suatu negara. 

B. PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional dihitung melalui:
1) Pendekatan produksi
2) Pendekatan pengeluaran
3) Pendekatan pendapatan

C. PENDEKATAN PRODUKSI

Pendekatan produksi adalah metode penghitungan menggunakan nilai tambah produk atau nilai produk jadi.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penghitungan ganda karena adanya produksi bertingkat, karena:
1) Suatu produk hasil produksi digunakan sebagai bahan baku produksi produk lain.
2) Nilai produk dapat terhitung dua kali sehingga nilainya sangat besar.
Pendapatan produksi terbagi menjadi sembilan sektor utama:
1) Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.
2) Sektor pertambangan.
3) Sektor industri.
4) Sektor listrik, gas dan air bersih.
5) Sektor bangunan.
6) Sektor perdagangan, hotel dan restoran.
7) Sektor pengangkutan dan komunikasi.
8) Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.
9) Sektor jasa lain.
Rumus pendapatan nasional untuk pendekatan produksi:
Y = Σ Pn.Qn
Y = pendapatan nasional
Pn = harga jual produk jadi
Qn = jumlah produksi produk jadi
Contoh:
Produksi roti melalui beberapa tahap produksi. 
pendapatan nasional tabel 1
pendapatan nasional tabel 1


D. PENDEKATAN PENGELUARAN

Pendekatan pengeluaran adalah metode penghitungan menggunakan jumlah seluruh pengeluaran pelaku kegiatan ekonomi di suatu negara.
Pengeluaran yang dihitung terdiri dari:
1) Konsumsi rumah tangga.
2) Investasi perusahaan.
3) Pengeluaran pemerintah.
4) Ekspor dan impor dengan masyarakat luar negeri.
Rumus pendapatan nasional untuk pendekatan pengeluaran:
Y = Σ C + I + G + (X – M)
Y = pendapatan nasional
C = konsumsi rumah tangga (consumption)
I = investasi perusahaan (investment)
G = pengeluaran pemerintah (government expenditure)
X = jumlah ekspor
M = jumlah impor

E. PENDEKATAN PENDAPATAN

Pendekatan pendapatan adalah metode penghitungan menggunakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga konsumsi suatu negara.
Pendapatan yang dihitung terdiri dari:
1) Pendapatan faktor produksi (upah, sewa, bunga dan laba).
2) Pendapatan non-faktor produksi.
Rumus pendapatan nasional untuk pendekatan pendapatan:
Y = Σ w + r + i + π
Y = pendapatan nasional
w = upah (wage)
r = sewa (rent)
i = bunga (interest)
π = laba (profit)

F. KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL

Komponen pendapatan nasional:
1) Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB)
Adalah nilai seluruh produk yang diproduksi masyarakat nasional dan asing dalam suatu negara pada periode tertentu.
2) Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB)
Adalah nilai seluruh produk yang diproduksi seluruh masyarakat nasional di dalam dan luar negeri pada periode tertentu.
3) Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto (PNN)
Adalah nilai GNP yang berubah karena penyusutan harga barang-barang modal.
4) National Income (NI) atau Pendapatan Nasional (PN)
Adalah nilai NNP yang dikurangi pajak tidak langsung.
5) Personal Income (PI) atau Pendapatan Perseorangan (PP)
Adalah nilai NI yang dikurangi jaminan sosial, pajak perusahaan, laba yang ditahan, dan ditambah pembayaran pindahan (transfer payment).
Pembayaran pindahan adalah tunjangan yang diberikan negara kepada individu untuk mensejahterakaan masyarakat, dan menambah pendapatan seseorang.
6) Disposable Income (DI) atau Pendapatan Bebas (PB)
Adalah nilai NI yang dikurangi pajak langsung. DI adalah pendapatan yang benar-benar diterima masyarakat dan siap untuk digunakan.
Komponen pendapatan nasional apabila dikaitkan:
GDP                                                                    Rp 100.000.000,-
Produk masyarakat asing dalam negeri              Rp 12.500.000,-          --
                                                                            Rp 87.500.000,-
Produk masyarakat nasional di luar negeri         Rp 14.000.000,-           +
GNP                                                                    Rp 101.500.000,-
Penyusutan harga barang modal                          Rp 20.000.000,-         --
NNP                                                                     Rp 81.500.000,-
Pajak tidak langsung                                            Rp 16.000.000,-         --
NI                                                                         Rp 65.500.000,-
Jaminan sosial                                                      Rp 5.500.000,-
Pajak perusahaan                                                  Rp 7.200.000,-
Laba yang ditahan                                                Rp 10.350.000,-         --
                                                                             Rp 42.450.000,-
Transfer payment                                                 Rp 9.200.000,-           --
PI                                                                         Rp 33.250.000,-
Pajak langsung                                                     Rp 7.000.000,-           --
DI                                                                         Rp 26.250.000,-
Tabungan (saving)                                                Rp 15.000.000,-        --
Pengeluaran                                                          Rp 11.250.000,-

Hal-hal yang tidak masuk ke dalam penghitungan komponen pendapatan nasional:
1) Aktivitas ilegal, misalnya perjudian, narkoba, dan lain-lain.
2) Aktivitas tidak terlapor, misalnya penjual pedagang bubur ayam keliling.
3) Aktivitas non-pasar, misalnya pekerjaan yang dilakukan ibu rumah tangga.
4) Kerusakan, misalnya kerusakan lingkungan, alam atau pembangkit listrik. 

G. MANFAAT PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Manfaat dari penghitungan pendapatan nasional antara lain:
1) Mengukur tingkat kesejahteraan negara.
2) Membandingkan tingkat kemakmuran antara suatu negara dengan negara lain.
3) Membandingkan kemajuan perekonomi-an negara dari waktu ke waktu.
4) Mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
5) Pedoman pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi. 

H. PENDAPATAN PER KAPITA

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata masing-masing penduduk suatu negara selama satu periode tertentu.
Rumus pendapatan per kapita:
PPK = $\frac{GDP atau GNP}{jumlah penduduk}$
Pendapatan per kapita digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.
Apabila pendapatan per kapita meningkat dan laju inflasi tetap atau kecil, maka kesejahteraan suatu negara meningkat.
Pengelompokan negara berdasarkan pendapatan per kapita menurut World Bank:
1) Berpendapatan rendah, pendapatannya $520 atau kurang.
2) Berpendapatan menengah ke bawah, pendapatannya $521 - $1.740.
3) Berpendapatan menengah, pendapatan-nya $1.741 - $2.990.
4) Berpendapatan menengah ke atas, pendapatannya $2.991 - $4.870.
5) Berpendapatan tinggi, pendapatannya $4.871 atau lebih. 

I. DISTRIBUSI PENDAPATAN

Pendapatan nasional dan pendapatan per kapita tidak dapat menunjukkan bagaimana pendapatan terdistribusi di suatu negara.
Indikator distribusi pendapatan terdiri dari koefisien Gini dan kriteria Bank Dunia, dapat digunakan pemerintah untuk melakukan pemerataan pendapatan.
Koefisien Gini adalah ukuran ketimpangan atau ketidakseimbangan distribusi pen-dapatan yang ditemukan oleh statistikus Italia, Corrado Gini.
Koefisien Gini digambarkan dalam bentuk kurva yang disebut kurva Lorenz.
pendapatan nasional kurva lorenz
pendapatan nasional kurva lorenz


Daerah yang diarsir (A) menunjukkan ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi.
Semakin jauh kurva Lorenz dari garis kemerataan pendapatan, maka koefisien Gini semakin besar, dan ketimpangan semakin besar.
Koefisien Gini dapat dihitung:
Standar nilai koefisien Gini:
pendapatan nasional tabel 2
pendapatan nasional tabel 2

Kriteria Bank Dunia menggunakan besar kontribusi 40% penduduk termiskin suatu negara terhadap pendapatan nasional.
pendapatan nasional tabel 3
pendapatan nasional tabel 3

Materi Belajar Ekonomi Lainnya :

Materi Ekonomi Lainnya

Demikianlah Materi tentang Pendapatan Nasional ( Ekonomi SMA ). semoga bermanfaat 

LihatTutupKomentar