Widget HTML Atas

Pasar Modal Materi Ekonomi SMA

Pasar Modal ( Ekonomi SMA ). ada pertanyaan sebagai berikut : "Siapa Pelaku Pasar Modal ". untuk menjawab pertanyaan tersebut kalian dapat membaca Artikel Materi Ekonomi SMA tentang jeinis produk pasar modal, pelaku pasar modal Pasar Uang di Langsung Klik, langsung klik wadah tempat belajar untuk SMA, SMK dan MA. Langsung klik menyediakan materi, contoh, soal, rangkuman, ringkasan, buku saku, motivasi, saran untuk mempermudah belajar para siswa-siswi yang sedang menempuh pembelajaran di tingkat SMA,SMK dan MA.
Pasar Modal ( Ekonomi SMA )
Pasar Modal ( Ekonomi SMA )

Pasar Modal 

A. PENGERTIAN

Pasar modal (capital market) atau bursa efek adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk jual-beli surat berharga. 

B. PRODUK PASAR MODAL

Surat berharga atau efek yang diperjualbelikan di pasar modal antara lain:
1) Saham/ekuisi
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan berupa selembar kertas atau account.
Saham secara umum terdiri dari:
a. Saham biasa (common stock)
Saham yang paling banyak digunakan perusahaan penerbit saham (emiten) untuk memperoleh dana dari masyarakat.
Ciri saham biasa:
~Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika dilikuidasi.
~Hak suara proporsional pada penentuan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
~Memperoleh dividen jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui pada RUPS.
~Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum ditawarkan pada masyarakat.
b. Saham khusus (preferred stock)
Adalah saham yang memberikan hak khusus (preferensi) kepada pemiliknya.

Jenis-jenis saham khusus:
a. Saham preferen
Gabungan dari saham biasa dengan obligasi.
Ciri saham preferen:
- Tidak selamanya memberi penghasilan kepada pemilik.
- Jumlah pembayaran dividen tetap.
- Hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika dilikuidasi.
- Dapat dikonversikan menjadi saham biasa.
b. Saham bonus
Adalah saham yang diberikan kepada pemegang saham lama.
Pemberian jenis saham ini tidak diimbangi dengan kewajiban me-nyetor dari pihak yang menerimanya.
c. Saham pendiri
Adalah saham yang diberikan kepada mereka yang telah berjasa dalam proses pendirian perusahaan dan namanya tercantum dalam akta.

Saham menurut cara penerbitannya terdiri dari saham atas nama dan saham atas unjuk.
Perbedaan kedua saham diatas:
Saham menurut cara penerbitannya
Saham menurut cara penerbitannya

2) Obligasi (bond)
Obligasi adalah surat berharga/utang yang berupa sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dengan penerima pinjaman (emiten).

3) Obligasi konvertibel (convertible bond)
Obligasi konvertibel adalah obligasi yang dapat dikonversikan ke bentuk saham biasa dengan syarat tertentu.

4) Reksa dana
Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat (pemodal) yang ingin berinvestasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas untuk berinvestasi.
Reksa dana menurut tempat investasinya terdiri atas reksa dana saham, obligasi, pasar uang, dan reksa dana campuran.
Tipe reksa dana terdiri atas:
a. Reksa dana perseroan
Adalah reksa dana berentuk perseroan terbatas (PT).
b. Reksa dana kontrak investasi kolektif
Adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mewakili investor, yang memberi kewenangan bagi manajer investasi untuk mengelola portfolio investasi kolektif, dan bagi bank kustodian sebagai kustodi untuk dana kolektif.
Kategori reksa dana terdiri atas:
a. Reksa dana terbuka
Reksa dana dimana manajer investasi selalu siap untuk membeli kembali unit milik investor, sesuai dengan nilai aktiva bersih per unit.
b. Reksa dana tertutup
Reksa dana dimana investor dapat langsung menjual unitnya ke bursa sesuai dengan harga bursa.

5) Right
Right adalah produk derivatif efek yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru dengan proporsi dan harga tertentu.
Hak ini disebut preemptive right, yaitu hak untuk menjaga proporsi kepemilikan saham pemegang saham lama suatu perusahaan sehubungan dengan munculnya saham baru.

6) Waran (warrant)
Waran adalah produk derivatif efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham atas nama dengan harga dan waktu tertentu.

7) Sekuritas
Sekuritas adalah produk derivat efek yang menunjukkan hak investor untuk mendapatkan bagian kekayaan perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut. 

C. FUNGSI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASAR MODAL

Fungsi pasar modal secara umum:
1) Sebagai penghimpun dana dari masyarakat
2) Sebagai alternatif investasi modal
3) Sebagai pendorong perkembangan investasi
4) Sebagai sarana penambahan modal bagi perusahaan
5) Sebagai sarana pemerata pendapatan
6) Sebagai sarana peningkat pendapatan negara
7) Sebagai sarana peningkat kapasitas produksi
8) Sebagai sarana pencipta lapangan kerja
9) Sebagai indikator kemajuan ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan pasar modal suatu negara:
1) Jumlah surat berharga/efek yang tersedia
2) Permintaan masyarakat akan surat berharga
3) Keadaan politik dan ekonomi negara
4) Perangkat hukum dan peraturan
5) Partisipasi lembaga pendukung pasar modal

D. MANFAAT DAN RESIKO PASAR MODAL

Manfaat dan Resiko Pasar Modal
Manfaat dan Resiko Pasar Modal

Manfaat dan Resiko Pasar Modal
Manfaat dan Resiko Pasar Modal

E. PASAR MODAL DI INDONESIA

Lembaga-lembaga pendukung pasar modal di Indonesia:
1) Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
Melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pasar modal di Indonesia dibawah Departemen Keuangan.
2) Bursa efek
Menyelenggarakan sarana kegiatan jual-beli di pasar modal.
Di Indonesia, saat ini terdapat Bursa Efek Indonesia (BEI).
3) Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan transaksi bursa agar terlaksana dengan baik.
Contoh LKP di Indonesia adalah PT. KPEI (PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia).
4) Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral bagi perusahaan efek dan kustodian.
Contoh LPP di Indonesia adalah PT. KSEI (PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia).
5) Perusahaan sekuritas/efek
Mempunyai aktivitas sebagai:
a. Penjamin emisi efek (underwriter), melaksanakan penawaran umum terhadap sisa efek yang belum terjual.
b. Perantara pedagang efek (pialang /broker), melakukan usaha jual-beli efek.
c. Manajer investasi, mengelola portfolio efek atau portfolio investasi kolektif.
6) Emiten
Perusahaan yang menawarkan efek di pasar modal.
7) Investor
Individu atau perusahaan yang mempunyai modal dan ingin berinvestasi di pasar modal.
8) Penasihat investasi
Pihak yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai jual-beli efek.
9) Lembaga penunjang pasar modal
Lembaga ini terdiri atas:
a. Biro administrasi efek, melaksanakan pencatatan pemilikan dan pembagian hak efek.
b. Kustodian, memberi jasa penitipan efek.
c. Wali amanat (trustee), mewakili kepentingan pemegang efek bersifat utang.
10) Profesi penunjang pasar modal
Profesi penunjang kelancaran pasar modal antara lain:
a. Akuntan publik
b. Notaris
c. Konsultan hukum
d. Perusahaan penilai (appraisal) 

F. MEKANISME BURSA EFEK

Perusahaan emiten yang ingin menjual efek sebelumnya harus melakukan proses emisi efek (go public).
Proses emisi efek di Indonesia:
1. Rapat umum pemegang saham (RUPS).
2. Pengajuan Letter of Intent kepada Bapepam..
3. Penunjukkan penjamin emisi efek, akuntan publik, konsultan hukum, dan perusahaan penilai.
4. Pengajuan pernyataan pendaftaran emisi efek.
5. Penandatanganan perjanjian di depan notaris.
6. Dengar pendapat akhir (final hearing)
7. Penawaran umum perdana (pasar perdana).
8. Pencatatan di bursa efek (listing).
Mekanisme penjualan efek di Indonesia:
1) Pasar perdana (primary market)
Adalah interaksi permintaan dan penawaran efek yang baru diterbitkan secara langsung antara emiten dan investor tanpa melalui pasar modal.
Pasar Perdana Pasar Modal
Pasar Perdana Pasar Modal

Pada pasar perdana, efek ditawarkan melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).
Pasar perdana berlangsung dalam masa tertentu dan efek-efek belum dicatatkan di bursa.

2) Pasar sekunder (secondary market)
Adalah interaksi permintaan dan penawaran efek (sekuritas) yang sudah tercacat pada bursa efek dan harga berfluktuasi sesuai dengan mekanisme harga pasar.
Pasar Sekunder Pasar Modal
Pasar Sekunder Pasar Modal

Transaksi di pasar sekunder berlangsung beberapa saat setelah transaksi di pasar primer selesai dilakukan.
Perbedaan pasar perdana dengan pasar sekunder:
Perbedaan pasar perdana dengan pasar sekunder
Perbedaan pasar perdana dengan pasar sekunder

Mekanisme pembelian efek di Indonesia:
1) Pendaftaran nasabah
Sebelum menjadi investor, seseorang terlebih dahulu harus menjadi nasabah di perusahaan efek atau broker.
2) Investor melakukan order
Order dapat dilakukan dengan mendatangi kantor broker atau disampaikan melalui media komunikasi lain.
3) Diteruskan ke floor trader
Order yang diterima broker kemudian diteruskan ke floor trader yang ada di lantai bursa.
4) Memasukkan order ke sistem JATS-NextG
Order yang diterima floor trader kemudian di input ke dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS-NextG).
Floor trader melakukan perubahan order seperti harga penawaran, harga permintaan dan lain-lain.
5) Transaksi
Proses pencocokan (matching) order dilakukan oleh sistem sesuai:
a. Prioritas harga
Order permintaan dengan harga beli (bid price) tertinggi akan mendapat prioritas utama untuk bertemu dengan order penawaran dengan harga jual (offer price) terendah.
b. Prioritas waktu
Order beli atau jual yang masuk lebih dahulu akan mendapat prioritas pertama untuk dicocokkan oleh sistem.
Order kemudian bersatu dengan harga keseimbangan yang sesuai dan tercatat sebagai transaksi yang telah terjadi.
6) Penyelesaian transaksi (settlement)
Investor harus menyelesaikan beberapa proses untuk menyelesaikan transaksi, seperti kliring, pemindahbukuan, dll.
Setelah selesai, investor kemudian menerima hak-hak sebagai pemegang efek. 

G. INVESTASI PADA SEKURITAS

Pembelian atau penjualan efek pada pasar sekunder dilakukan melalui perusahaan sekuritas/efek.
Perusahaan sekuritas memiliki seorang perantara pedagang efek (pialang/broker) di bursa efek yang akan melakukan transaksi.
Investasi pada sekuritas harus memperhatikan:
1) Sekuritas pilihan investasi
2) Besar investasi
3) Waktu investasi
Langkah-langkah mengambil keputusan dalam investasi pada sekuritas:
1) Menentukan kebijakan investasi
2) Analisis sekuritas
3) Penentuan portfolio
4) Revisi portfolio
5) Penilaian hasil portfolio
Transaksi dilakukan oleh pialang atas dasar order yang diberikan investor, baik untuk menjual atau membeli.
Order jual-beli saham investor berisi:
1) Nama investor/perusahaan
2) Jenis order (penjualan atau pembelian)
3) Jumlah order (nominal rupiah)
4) Masa berlaku order
5) Tipe order
Tipe order investasi pada sekuritas:
1) Open Order (Good Till Cancelled/GTC)
Investor meminta pialang untuk menjual dan membeli sekuritas pada harga tertentu.
2) Market Order
Investor meminta pialang untuk menjual dan membeli sekuritas pada harga saham.
3) Limit Order
Investor menentukan harga maksimum dalam menjual sekuritas dan menentukan harga minimum dalam membeli sekuritas.
4) Stop Order (Stop Lost Order)
Pialang menjual atau membeli sekuritas atau efek lain pada harga tertentu. 

H. INDEKS HARGA SAHAM

Indeks harga saham adalah suatu angka yang digunakan untuk membandingkan perubahan harga saham dari waktu ke waktu.
Jenis-jenis indeks harga saham di Indonesia:
1) Indeks Harga Saham Individual (IHSI)
Indeks harga saham individual adalah indeks yang menggambarkan pergerakan harga dari masing-masing saham yang tercatat di BEI.
IHSI digunakan untuk menentukan saham teraktif. Saham teraktif adalah saham yang paling sering diperjualbelikan di bursa efek.
2) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks harga saham gabungan adalah indeks yang digunakan sebagaiindikator pergerakan harga saham yang tercatat di BEI.
3) Indeks Harga Sektoral
Indeks harga sektoral adalah semua saham di BEI yang dikategorikan menjadi sembilan sektor industri, yaitu:
a. Pertanian dan perkebunan
b. Pertambangan
c. Industri dasar dan kimia
d. Konsumsi
e. Properti
f. Transportasi
g. Keuangan
h. Perdagangan, jasa dan investasi
i. Industri lainnya.
4) Indeks Harga LQ45
Indeks harga LQ45 adalah indeks yang berisikan 45 saham yang paling sering diperdagangkan, sangat likuid, dan mempunyai kapitalisasi pasar yang sangat besar.


Materi Belajar Ekonomi Lainnya :

Materi Ekonomi Lainnya
Demikianlah Materi tentang Pasar Modal ( Ekonomi SMA ). semoga bermanfaat