Widget HTML Atas

Ikatan Kimia ( Kimia SMA )

Ikatan Kimia ( Kimia SMA ) Artikel Materi Kimia SMA di Langsung Klik, langsung klik wadah tempat belajar untuk SMA, SMK dan MA. Langsung klik menyediakan materi, contoh, soal, rangkuman, ringkasan, buku saku, motivasi, saran untuk mempermudah belajar para siswa-siswi yang sedang menempuh pembelajaran di tingkat SMA,SMK dan MA
Ikatan Kimia ( Kimia SMA )
Ikatan Kimia ( Kimia SMA )


A. PENGERTIAN
Ikatan kimia adalah ikatan antara atom-atom untuk membentuk senyawa, sehingga mencapai kestabilan.
Atom yang belum stabil menginginkan dirinya agar stabil seperti unsur gas mulia.
Oleh karena itu, untuk mencapai kestabilan, suatu atom membentuk konfigurasi gas mulia, yaitu:
1) Duplet, memiliki elektron valensi 2, seperti He.
2) Oktet, memiliki elektron valensi 8, seperti Ne, Ar, Kr, Xe, Rn.
Namun, kadang-kadang terjadi penyimpangan oktet, dimana elektron valensi jumlahnya lebih dari 8, namun atom tetap stabil.
Ikatan kimia terdiri dari tiga jenis: ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. 

B. IKATAN ION
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi:
1) Berdasarkan serah terima/perpindahan elektron.
2) Antara ion positif dan ion negatif.
3) Antara unsur logam dan non-logam.
4) Antara unsur golongan IA dan IIA (+) dan golongan VIA dan VIIA (-).
Contoh senyawa ion antara lain: $NaCl, MgCl_2, CaCl_2, KOH, KCl, dll.$
Jalan terjadinya ikatan ion:
Contoh:
Atom Na berikatan dengan atom Cl,
Konfigurasi:
$_{11}$Na : 2 . 8 . 1
Na akan membentuk ion positif dan memberi elektron kepada Cl agar mencapai kestabilan.
$_{19}$Cl : 2 . 8 . 7
Cl akan membentuk ion negatif dan menerima elektron dari Na agar mencapai kestabilan.
Reaksi yang dapat dituliskan:
Na ------> $Na^+$ + e        2 . 8
Cl + e ----------> $Cl^- $      2 . 8 . 8
Rumus molekul: $Na^+ + Cl^-$ -------->  NaCl
Hasil akhir adalah terbentuknya senyawa NaCl yang stabil.

Atom Mg berikatan dengan atom Cl,
Konfigurasi:
$_{12}Mg$ : 2 . 8 . 2
Mg akan membentuk ion positif dan memberi elektron kepada Cl agar mencapai kestabilan.
$_{19}Cl$ : 2 . 8 . 7
Cl akan membentuk ion negatif dan menerima elektron dari Na agar mencapai kestabilan.
Reaksi yang dapat dituliskan:
Mg -------> $Mg^{2+}$ + 2e      2 . 8
Cl + e -------> $Cl^-$                  2 . 8 . 8
Karena kedua atom muatannya tidak seimbang, maka hasil akhir dari ikatan dibutuhkan dua atom Cl untuk menerima 2 elektron atom Mg.
Reaksi yang dapat dituliskan:
Mg -------> $Mg^{2+}$ + 2e
2Cl + 2e --------> 2$Cl^-$
Rumus molekul: $Mg^{2+} + 2Cl^-$ -------> $MgCl_2$
Hasil akhir adalah terbentuknya senyawa $MgCl_2$yang stabil.

Atom Ca berikatan dengan atom S,
Konfigurasi:
$_{20}$Ca : 2 . 8 . 8 . 2
Ca akan membentuk ion positif dan memberi elektron kepada S agar mencapai kestabilan.
$_{16}$S : 2 . 8 . 6
S akan membentuk ion negatif dan menerima elektron dari Ca agar mencapai kestabilan.
Reaksi yang dapat dituliskan:
Ca -------> $Ca^{2+}$ + 2e       2 . 8 . 8
S + 2e -------> $S^{2-}$         2 . 8 . 8
Rumus molekul: $Ca^{2+} + S^{2-}$ --------> CaS
Hasil akhir adalah terbentuknya senyawa CaS yang stabil. 

C. IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi:
1) Berdasarkan pemakaian pasangan elektron bersama.
2) Antara unsur non-logam dan non-logam.
3) Ikatan kovalen terdiri dari tiga jenis: ikatan kovalen biasa, ikatan kovalen rangkap, ikatan kovalen koordinat.

Ikatan kovalen dituliskan menggunakan rumus Lewis dan rumus bangun/struktur molekul.
1) Rumus Lewis (rumus elektron)
Rumus Lewis menggambarkan bagaimana keadaan elektron-elektron valensi atom-atom saling berpasangan dan saling berikatan secara kovalen.
2) Rumus bangun (struktur molekul)
Rumus bangun menggambarkan bagaimana cara ikatan kovalen yang digunakan atom-atom.
a. Garis satu (−) melambangkan ikatan kovalen biasa.
b. Garis dua (=) atau tiga (≡) melambangkan ikatan kovalen rangkap.
c. Tanda panah (d) melambangkan ikatan kovalen koordinat.
Contoh senyawa kovalen antara lain: $H_2O, HF, HCl, CO_2, NH_3, Cl_2, I_2, Br_2, O_2, dll.$

IKATAN KOVALEN BIASA
Ikatan kovalen biasa adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya adalah satu pasang.
Ikatan kovalen HCl
Ikatan kovalen HCl

Ikatan kovalen H2O
Ikatan kovalen H2O

Ikatan kovalen Amonia
Ikatan kovalen Amonia

Ikatan kovalen Metana
Ikatan kovalen Metana

IKATAN KOVALEN RANGKAP
Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya lebih dari satu pasang.
Ikatan Kovalen rangkap 02
Ikatan Kovalen rangkap 02

Ikatan Kovalen rangkap N2
Ikatan Kovalen rangkap N2


IKATAN KOVALEN KOORDINAT
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen yang pemakaian elektron bersamanya hanya berasal dari satu atom.
Ikatan Kovalen Koordinat H2SO4
Ikatan Kovalen Koordinat H2SO4

Ikatan Kovalen Koordinat NH4+
Ikatan Kovalen Koordinat NH4+

Ikatan Kovalen Koordinat BF3NH3
Ikatan Kovalen Koordinat BF3NH3

Ikatan Kovalen Koordinat HNO3
Ikatan Kovalen Koordinat HNO3


D. KEPOLARAN
Kepolaran senyawa adalah perilaku suatu zat yang menyerupai medan magnet, yaitu terdapat kutub sementara yang disebut dipol.
Kepolaran senyawa terdapat pada senyawa kovalen, dan dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Senyawa kovalen polar
Adalah senyawa kovalen yang dibentuk oleh dua unsur berbeda, dimana keelektro-negatifan pasti berbeda, sehingga meng-hasilkan dipol.
Contoh: HCl, HBr, HI, $H_2O$.
2) Senyawa kovalen non-polar
Adalah senyawa kovalen yang dibentuk oleh dua unsur sama, dimana keelektronegatifan pasti sama.
Contoh: $H_2, Cl_2, O_2, N_2$, dan senyawa poliatomik lainnya.
Tingkat kepolaran senyawa dinyatakan dalam momen dipol dalam satuan Coulumb meter. Senyawa non-polar memiliki momen dipol nol.

E. PERBEDAAN IKATAN ION DAN KOVALEN
Senyawa ionik dan kovalen memiliki beberapa perbedaan sifat, antara lain:
Perbedaan ikatan ion dan kovalen
Perbedaan ikatan ion dan kovalen


F. IKATAN LOGAM
Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi:
1) Antar atom-atom unsur logam.
2) Antara elektron valensi logam yang membentuk lautan valensi.
Unsur logam kulit terluarnya relatif longgar, karena memiliki sedikit elektron valensi. Elektron valensi tersebut mengalami delokalisasi.
Delokalisasi adalah keadaan dimana posisi elektron tidak tetap dan berpindah-pindah, sehingga berbaur menyerupai awan/lautan valensi.
Awan/lautan valensi tersebut bertindak sebagai perekat atom logam yang saling tarik-menarik dan berdekatan satu sama lain.
Ikatan logam menjadikan logam:
1) Keras namun lentur.
2) Tidak mudah patah meski ditempa.
3) Titik leleh dan titik didih yang tinggi.
4) Konduktor listrik dan panas yang baik.

Demikianlah Artikel tentang Ikatan Kimia ( Kimia SMA ), semoa bermanfaat 

Posting Komentar untuk "Ikatan Kimia ( Kimia SMA )"